Terminal dan Halte Bus Bandung

Terminal. Siapa yang tidak mengenal terminal? Saya kira, kita pernah melihat dan bahkan merasakan langsung keberadaan terminal.

Terminal merupakan salah satu simpul, yaitu tempat yang diperuntukkan bagi pergantian antarmoda dan intermoda. Sementara simpul-simpul lainnya meliputi stasiun kereta api, pelabuhan laut, pelabuhan sungai dan danau, dan/atau bandar udara.

Apa yang dimaksud dengan terminal? Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang dimaksud dengan terminal adalah pangkalan kendaraan bermotor umum yang digunakan untuk mengatur kedatangan dan keberangkatan, menaikkan dan menurunkan orang dan/atau barang serta perpindahan moda angkutan. Keberadaan terminal itu sendiri dikelompokkan dalam beberapa tipe (A, B, dan C) dan klasifikasi.

Selain istilah “terminal”, ada pula istilah “halte”. Menurut UU No. 22 Tahun 2009, yang dimaksud dengan halte adalah tempat pemberhentian kendaraan bermotor umum untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Namun demikian, dalam tulisan kali ini, saya tidak akan membahas sifat-hakikat istilah “terminal” dan “halte” menurut peraturan perundang-undangan tersebut, tetapi saya hanya ingin membahasnya dalam kenyataan pengalaman sehari-hari meskipun kenyataannya tidak jauh berbeda dari makna peraturan perundang-undangan yang dimaksud. Jadi, saya hanya ingin bercerita tentang terminal dan halte berdasarkan kenyataan pengalaman sehari-hari saja.

Sebagaimana kita ketahui bahwa terminal dikelompokkan dalam beberapa tipe dan klasifikasi. Namun, berdasarkan pengalaman tadi, saya hanya ingin bercerita yang sederhana-sederhana saja. Saya bisa mengatakan bahwa terminal itu terdiri dari terminal besar, terminal sedang, dan terminal kecil.

Saya kira, gambaran terminal besar di Kota Bandung yaitu Terminal Cicaheum dan Terminal Leuwipanjang. Di Terminal Cicaheum ini, selain bus-bus AKDP/AKAP yang menuju arah timur Kota Bandung, juga ada bus kota DAMRI Cicaheum-Cibeureum (AC/Non-AC) dan bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang (AC/Non-AC), selain angkutan kota (angkot) dan elf tentunya. Sementara di Terminal Leuwipanjang, selain bus-bus AKDP/AKAP yang pada umumnya menuju arah barat Kota Bandung, juga ada bus kota DAMRI Ledeng-Leuwipanjang (AC/Non-AC), bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang (AC/Non-AC), bus kota DAMRI Cibiru-Leuwipanjang (AC/Non-AC), bus kota DAMRI Kota Baru Parahyangan-Leuwipanjang (AC), dan bus kota DAMRI Dago-Leuwipanjang (Non-AC), selain angkot dan elf. Saya menulis “pada umumnya” karena khusus di Terminal Leuwipanjang dalam kenyataannya saat ini ada bus yang menuju arah timur Kota Bandung, yaitu bus Bandung-Indramayu via Subang. Jadi, berbicara tentang terminal besar, untuk membandingkannya, kalau di Jakarta seperti Terminal Kampung Rambutan, Terminal Lebakbulus, Terminal Pulogadung, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjungpriok.

Bagaimana dengan terminal sedang? Saya menggambarkan terminal sedang di Kota Bandung, yaitu Terminal Ledeng dan Terminal Dago. Di Terminal Ledeng ini, selain bus kota DAMRI Ledeng-Leuwipanjang (AC/Non-AC), juga ada angkot dan elf. Jadi, di Terminal Ledeng yang merupakan terminal sedang ini tidak ada bus AKDP/AKAP. Bagaimana dengan Terminal Dago yang berada di Jalan Ir. H. Djuanda (Dago)? Pada awalnya, di Terminal Dago ini tersedia angkot dan bus kota DAMRI Dago-Kopo, tetapi kini hanya tersedia angkot saja. Sementara bus kota DAMRI Dago-Kopo sudah diganti menjadi bus kota DAMRI Dago-Leuwipanjang yang Terminal Dago-nya berlokasi di Jalan Dipatiukur. Untuk membandingkannya, kalau di Jakarta, terminal sedang ini seperti Terminal Kampung Melayu dan Terminal Pasar Senen.

Tadi saya menulis: “bercerita yang sederhana-sederhana saja”. Nah, dalam hal ini, sebetulnya saya ingin menggambarkan bahwa Terminal Pinang Ranti di Jakarta bisa dikatakan sebagai terminal sedang meskipun di Terminal Pinang Ranti ini tersedia bus antarkota, selain angkot dan bus kota semacam P9 (sepengetahuansaya, bus kota ini sudah tidak beroperasi lagi).

Lalu, bagaimana dengan terminal kecil? Saya membagi terminal kecil ini menjadi dua, yaitu terminal kecil di pinggir jalan dan terminal kecil di suatu lahan. Dalam hal inilah, saya akan menyinggung halte. Contoh terminal kecil di pinggir jalan ini seperti Terminal/Halte Alun-alun Bandung yang menyediakan bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Ciburuy (AC/Non-AC) dan bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan (AC). Sementara contoh terminal kecil di suatu lahan, yaitu Terminal Ciburuy (Kabupaten Bandung Barat) untuk bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Ciburuy (AC/Non-AC) dan Terminal Tanjungsari (Kabupaten Sumedang) untuk bus kota DAMRI Tanjungsari-Kebonkalapa (AC/Non-AC) meskipun kedua terminal ini berada di luar Kota Bandung.

Namun demikian, terminal kecil di suatu lahan yang berada di Kota Bandung pun tetap ada, yaitu Terminal Dago yang berada di Jalan Dipatiukur. Di Terminal Dago yang berada di Jalan Dipatiukur ini tersedia bus kota DAMRI Dago-Leuwipanjang (Non-AC). Sebetulnya, berjarak lebih kurang 50 meter dari Terminal Dago yang berada di Jalan Dipatikur, ada juga Terminal Dipatiukur yang merupakan terminal kecil di pinggir jalan. Di Terminal Dipatiukur ini tersedia bus kota DAMRI Dipatiukur-Jatinangor via Tol Mohamad Toha (AC/Non-AC).

[Saya menulis nama terminal berdasarkan nama trayek pada kendaraan umum sehingga jangan heran kalau ada Terminal Dago di Jalan Ir. H. Juanda (Dago) dan Terminal Dago di Jalan Dipatiukur. Terminal Dago di Jalan Ir. H. Juanda misalnya kita sebut untuk angkot Stasiun Hall-Dago, sedangkan Terminal Dago di Jalan Dipatiukur kita sebut untuk bus kota DAMRI Dago-Leuwipanjang.]

1 Komentar

  1. aditya a.s

    saya ada keluhan dengan bus indramayu-bandung, pas waktu saya nunggu bus ini pada pukul 18.00 kneknya rata-rata PHP banyak orang, saya kira ada kursi kosong ternyata didalam bus tsb beberapa orang banyak yg berdiri. dan saya mau mengajukan pertanyaan, apabila bus ini mengangkut penumpang melebihi kapasitas kursi yg di sediakan adakah sanksi ? ini juga demi kebaikan penumpang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: