Naik Bus Kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang (AC) Ketika Bandung Macet

Bandung macet! Jangankan akhir pekan (weekend), hari-hari biasa pun keadaan lalu lintas di Kota Bandung cukup padat, untuk tidak mengatakan sangat padat. Apalagi, hari itu adalah sore hari, maksudnya dari siang hingga sore dan bukan dari pagi hingga siang. Lagi pula, hari itu menjelang akhir liburan sekolah.

Itulah kesan saya ketika mengalami kemacetan lalu lintas di beberapa tempat di Kota Bandung, Sabtu, 7 Juli 2012, kemarin. [Harap dicatat, mungkin cerita ini hanya bersifat kasuistis di suatu tempat dan pada suatu waktu. Jadi, jangan menggeneralisasi]. Karenanya, tidak heran, ketika saya harus menunggu bus kota DAMRI trayek Cicaheum-Leuwipanjang di Terminal Cicaheum, selama tidak kurang dari 30 menit. Maklum saja, bus kota DAMRI yang hendak masuk ke Terminal Cicaheum diperkirakan mengalami kemacetan lalu lintas, terutama di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Asia Afrika, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Oto Iskandar Di Nata, serta jalan-jalan yang bersinggungan dengan jalan-jalan utama tersebut.

Di Terminal Cicaheum yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, itu memang ada bus kota DAMRI Cicaheum-Cibeureum (AC/Non-AC) dan bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang (AC/Non-AC). Namun, ketika saya berada di Terminal Cicaheum, tidak ada satu pun bus kota DAMRI yang ngetem.

Akhirnya, bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang yang saya tunggu-tunggu mulai masuk ke Terminal Cicaheum. Kebetulan, bus yang datang adalah bus AC. Beberapa menit sebelumnya didahului oleh bus kota DAMRI Cicaheum-Cibeureum (AC). Karena tujuan saya hendak menaiki bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang, tentu bus kota DAMRI Cicaheum-Cibeureum saya “abaikan”.

Setelah membawa beberapa penumpang, bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang yang saya naiki segera berangkat kembali. Bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang yang saya naiki mulai berjalan dari Terminal Cicaheum pada pukul 15.51 WIB. Bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang ini berjalan melintasi Jalan Jenderal Ahmad Yani. Mulai Jalan Jenderal Ahmad Yani inilah para penumpang naik-turun silih berganti dan di dalam bus semakin penuh oleh penumpang yang berdiri. Tidak lupa, Pak Kondektur yang berseragam dan berdasi itu menagih ongkos sebesar Rp 3.000,- (tiga ribu rupiah) di perjalanan [Kalau non-AC Rp 2.000,- (dua ribu rupiah). Sebanding antara boleh masuk atau tidaknya para penjual makanan/minuman, pengamen, dan sebagainya.] Namun, sejak keluar dari Terminal Cicaheum hingga kawasan Cicadas (awal Jalan Kiaracondong atau kini Jalan Jenderal Ibrahim Adjie), keadaan lalu lintas relatif lancar.

Mulai kawasan Cicadas(BTM Cicadas Mall) itulah perjalanan mulai tersendat. Bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang yang saya naiki berjalan melintasi Jalan Kiaracondong, belok kanan ke Jalan Jakarta, belok kiri ke Jalan Sukabumi, belok kanan ke Jalan Majalengka, belok kanan ke Jalan Laswi, dan belok kiri ke Jalan Jenderal Ahmad Yani kembali.

Sejak Jalan Ahmad Yani (depan Stadion Persib) hingga rel kereta api (beberapa meter sebelah barat Stasiun Cikudapateuh), bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang tersendat selama delapan menit. Padahal jaraknya tidak terlalu jauh. Oh, ternyata palang pintu perlintasan kereta api baru saja dibuka meskipun saya tidak sempat melihat kereta api yang lewat. (Mungkin saya tidak sempat memerhatikannya ya?!)

Setelah melewati rel kereta api, bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang belok kiri ke Jalan Kembang Sepatu, belok kanan ke Jalan Terate, belok kanan ke Jalan Samoja, dan belok kiri ke Jalan Malabar. Sebetulnya, bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang ini, setelah Jalan Samoja akan belok kanan ke Jalan Malabar hingga bertemu Jalan Jenderal Ahmad Yani kembali dan melanjutkan perjalanannya hingga Simpang Lima dan terus ke Jalan Asia Afrika. Namun, karena lalu lintas Jalan Jenderal Ahmad Yani tampak padat, maka bus Kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang ini, dari Jalan Samoja belok kiri ke Jalan Malabar, belok kanan ke Jalan Jenderal Gatot Subroto, dan bertemulah Simpang Lima untuk meneruskan perjalanan ke Jalan Asia Afrika.

Di Jalan Asia Afrika hingga Halte Alun-alun Bandung 1, 2, dan 3 yang berada di Jalan Asia Afrika ini lalu lintas masih tersendat. Mungkin karena lalu lintas di Kota Bandung tampak padat, bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Ciburuy (AC dan Non-AC) dan bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan (AC) yang “terminal”-nya berada di Halte Alun-alun Bandung 1, 2, dan 3, belum tampak. (Apakah sedang terhambat di perjalanan?).

Setelah kawasan Alun-alun Bandung, lalu lintas Jalan Asia Afrika relatif lancar. Bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang pun terus berjalan dan belok kiri ke Jalan Oto Iskandar Di Nata hingga ke arah Lapangan Tegallega. Di Jalan Oto Iskandar Di Nata inilah lalu lintas sangat padat.

Setelah melewati Lapangan Tegallega (sebelah kiri) dan Terminal Tegallega (sebelah kanan), bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang berjalan hingga akhir Jalan Oto Iskandar Di Nata dan belok kanan ke Jalan Peta, belok kiri ke Jalan Leuwipanjang, dan akhirnya tiba di Terminal Leuwipanjang pada pukul 17.10 WIB.

Sebagaimana diketahui bahwa pintu masuk bagi angkutan umum (bus, elf, dan angkot) ke Terminal Leuwipanjang ini berada di Jalan Leuwipanjang meskipun alamat utamanya berada di Jalan Soekarno-Hatta. Sementara pintu keluarnya berada di Jalan Kopo.

Rute Bus Kota DAMRI Trayek Cicaheum-Leuwipanjang (AC) yang menuju Leuwipanjang:

TERMINAL CICAHEUM (di Jalan Jenderal Ahmad Yani) => Jalan Jenderal Ahmad Yani => Jalan Kiaracondong (kini Jalan Jenderal Ibrahim Adjie) => Jalan Jakarta => Jalan Sukabumi => Jalan Majalengka => Jalan Laswi => Jalan Jenderal Ahmad Yani => Jalan Kembang Sepatu => Jalan Terate => Jalan Samoja => Jalan Malabar => Jalan Jenderal Ahmad Yani => Jalan Asia Afrika => Jalan Oto Iskandar Di Nata => Jalan Peta => Jalan Leuwipanjang => TERMINAL LEUWIPANJANG (di Jalan Soekarno-Hatta, tetapi pintu masuk di Jalan Leuwipanjang).

[Catatan: Dalam perjalanan Sabtu, 7 Juli 2012 kali ini, ada rute yang tidak sesuai dengan rute yang sebenarnya (karena lalu lintas macet).]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: