Ke Kota Baru Parahyangan Naik Bus Kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan

Jumat, 3 Agustus 2012, saya sudah berencana untuk pergi ke Kota Baru Parahyangan. Untuk menuju ke Kota Baru Parahyangan tampaknya hanya ada dua trayek bus kota DAMRI, yaitu bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan dan bus kota DAMRI Kota Baru Parahyangan-Leuwipanjang. Namun, tampaknya saya memilih Terminal/Halte Alun-alun Bandung saja.

Sampailah pada suatu waktu, Jumat, 3 Agustus 2012, siang tadi, saya sudah berada di Halte Alun-alun Bandung. Halte Alun-alun Bandung ini berada di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung atau pinggir halaman Masjid Raya Jawa Barat di sebelah utara. Di tempat ini terdapat tiga halte, yaitu Halte Alun-alun Bandung 1, Halte Alun-alun Bandung 2, dan Halte Alun-alun Bandung 3.

Namun, bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan belum tampak di Halte Alun-alun Bandung. Malah cukup lama. Saya menunggunya hampir sejam. Perkiraan saya tepat seperti perkiraan salah seorang karyawan DAMRI yang sempat saya ajak obrol, yaitu kemacetan di kawasan Pasteur.

Setelah lama menunggu, akhirnya bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan datang juga di Halte Alun-alun Bandung pada pukul 14.45 WIB. Banyak penumpang yang juga telah lama menunggu langsung beramai-ramai naik bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan. Saya perhatikan, kursi bus terisi penuh, termasuk dua orang yang berdiri.

Tidak lama setelah itu, bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan yang saya naiki mulai berjalan pada pukul 14.48 WIB. Bus berangkat dari Terminal/Halte Alun-alun Bandung yang berada di Jalan Asia Afrika, belok kanan ke Jalan Banceuy, belok kiri ke Jalan Suniaraja, belok kanan ke Jalan Otto Iskandar Di Nata (biasa ditulis Otto Iskandardinata dan disingkat Otista), belok kanan ke Jalan Stasiun Timur, lalu memasuki kawasan Viaduct atau Sungai Cikapundung, belok kiri ke Jalan Kebon Jukut, belok kanan ke Jalan Otto Iskandar Di Nata, dan belok kiri ke Jalan Kebon Kawung, hingga bertemu Jalan H.O.S. Tjokroaminoto (dahulu Jalan Pasirkaliki). Dalam catatan saya, perjalanan dari Terminal/Halte Alun-alun Bandung pada pukul 14.48 WIB sampai di Jalan Pasirkaliki pada pukul 15.07 WIB. Gambarannya sih lalu lintas di jalan-jalan itu cukup tersendat akibat padatnya lalu lintas.

Kemudian, bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan yang saya naiki melanjutkan perjalanannya melintasi Jalan H.O.S. Tjokroaminoto, belok kanan ke Jalan Padjadjaran, belok kiri ke Jalan Dr. Cipto, belok kiri ke Jalan Otten, belok kiri ke Jalan Pasteur dan sampailah di perempatan Jalan Pasteur-Dr. Djundjunan (dahulu Jalan Terusan Pasteur)-Jalan H.O.S. Tjokroaminoto pada pukul 15.25 WIB. Masih cukup lama ya? Habis macet sih.

Setelah berhenti di lampu merah di perempatan, bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan yang saya naiki berhenti di Halte Djundjunan 1. Tampak beberapa penumpang mulai memadati bus. Sebelumnya, di Jalan Otten hanya ada seorang penumpang yang naik setelah sekian lama bus berjalan tanpa ada penumpang yang naik. Bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan yang saya naiki pun terus melanjutkan perjalanannya melintasi Jalan Dr. Djundjunan hingga perempatan Jalan Dr. Djundjunan-Jalan Sukaraja (kiri)-Jalan Surya Sumantri (kanan), termasuk dua kali berhenti di BTC Fashion Mall dan Jalan Dr. Djundjunan No. 161 Kota Bandung untuk check point.

Kawasan Jalan Dr. Djundjunan memang cukup padat. Selama 15 menit bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan yang saya naiki berjalan di sini, sampai akhirnya memasuki gerbang tol Pasteur pada pukul 15.44 WIB.

Meskipun telah memasuki jalan tol Pasteur-Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi), lima menit kemudian perjalanan malah tersendat. Hampir 20 menit bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan yang saya naiki berjalan lambat karena tersendat. Oh, tampaknya jalur menuju Kopo-Cileunyi cukup padat. Akhirnya, sampailah di gerbang tol Padalarang pada pukul 16.14 WIB.

Setelah keluar gerbang tol Padalarang, bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan yang saya naiki berjalan melintasi Jalan Raya Simpang Padalarang dan memasuki kawasan Kota Baru Parahyangan. Selama 20-25 menit bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan yang saya naiki berjalan melintasi kawasan Kota Baru Parahyangan.

Kawasan Kota Baru Parahyangan ini cukup asri. Di dalamnya ada nama-nama perumahan dan disertai nama-nama haltenya. Semua plang halte berwarna dasar merah dengan tulisan berwarna putih. Bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan yang saya naiki tiba di Terminal/Halte Kota Baru Parahyangan pada pukul 16.37 WIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: