Dari Leuwipanjang ke Cicaheum Naik Bus Kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang (AC)

Siang di hari Senin, 3 September 2012 itu, saya berada di Terminal Leuwipanjang. Tentu saja, saya baru turun dari salah satu angkutan kota (angkot). Untuk suatu keperluan, dari Terminal Leuwipanjang, saya hendak melanjutkan perjalanan ke Cicaheum. Salah satu angkutan umum dari Leuwipanjang ke Cicaheum, yaitu bus kota DAMRI trayek Cicaheum-Leuwipanjang (AC dan Non-AC). Sebetulnya masih ada satu angkutan umum lagi, yaitu angkot Cicaheum-Cibaduyut. Namun, bagi saya, angkot Cicaheum-Cibaduyut ini merupakan angkot yang “aneh” (baca: tidak jelas) di mana “Cicaheum” yang melekat pada trayeknya bukanlah Terminal Cicaheum, tetapi Jalan Kiaracondong (kini Jalan Ibrahim Adjie) atau lebih tepatnya perempatan Jalan Kiaracondong dan Jalan Jakarta/Jalan Terusan Jakarta.

Menurut pendapat saya, Terminal Leuwipanjang ini merupakan terminal yang unik. Alamat utama Terminal Leuwipanjang adalah Jalan Soekarno-Hatta. Namun demikian, pintu masuk Terminal Leuwipanjang berada di Jalan Leuwipanjang dan pintu keluar Terminal Leuwipanjang berada di Jalan Kopo. Selain itu, Terminal Leuwipanjang ini dibagi dua, yaitu jika kita melihatnya dari sebelah timur atau Jalan Leuwipanjang maka bagian kiri merupakan tempat untuk bus-bus AKDP/AKAP dan bagian kanan merupakan tempat untuk bus kota DAMRI, termasuk angkot dan Elf. Jika kita melihatnya dari arah barat atau Jalan Kopo maka bagian kiri merupakan bagian kanan dan bagian kanan merupakan bagian kiri. Ya, tulisan ini memang untuk menggambarkan saja.

Tepat pada pukul 12.19 WIB, bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang yang saya naiki mulai berangkat dari Terminal Leuwipanjang. Dalam perjalanan kali ini, saya naik bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang yang ber-AC meskipun dalam waktu yang bersamaan bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang yang Non-AC sedang ngetem. Ongkosnya tidak berbeda jauh, yaitu Rp 3.000,- (AC) dan Rp 2.000,- (Non-AC).

Dari Terminal Leuwipanjang, bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang melintasi Jalan Kopo, termasuk perempatan Jalan Kopo dan Jalan Peta. Dari sini, bus tetap melaju di Jalan Kopo, termasuk Rumah Sakit Immanuel (sebelah kanan) di dekat perempatan Jalan Kopo dan Jalan Peta tadi. Kemudian, di ujung Jalan Kopo atau pertigaan Jalan Kopo dan Jalan Pasirkoja/Jalan Terusan Pasirkoja, bus ini belok kanan ke Jalan Pasirkoja. Kalau tidak salah, bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang melakukan check point yang pertama di Jalan Pasirkoja No. 32 atau No. 30-an-lah. Bus ini tetap melaju hingga Jalan Dewi Sartika sehingga bus ini melewati Terminal Kebonkalapa.

Dari Jalan Pasirkoja, bus melintasi Jalan Dewi Sartika, Jalan Dalem Kaum, Jalan Alun-alun Timur, dan Jalan Asia Afrika, termasuk Halte Alun-alun 1, 2, dan 3, yang saya sebut sebagai Terminal Alun-alun Bandung untuk bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan (AC) dan bus kota DAMRI Kota Baru Parahyangan-Leuwipanjang (AC). Melintasi nama-nama jalan itu, bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang yang saya naiki berjalan tersendat. Maklum saja, di nama-nama jalan itu dikenal sebagai jalan yang padat karena berdekatan dengan pusat perbelanjaan.

Dari Jalan Asia Afrika, bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang masih berjalan lambat ketika melintasi Jalan Banceuy dan Jalan ABC. Ya, di sinilah terdapat kompleks pertokoan Banceuy Permai dan pertokoan elektronik. Lalu, bus ini melaju ke Jalan Naripan, termasuk melewati Be Mall. Kalau diperhatikan, perjalanan saya dari Terminal Leuwipanjang ke Jalan Naripan membutuhkan waktu selama 32 menit (12.19 s.d. 12.51).

Kemudian, selama enam menit, bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang melintasi Jalan Naripan, Jalan Veteran, Jalan Sunda, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani. Di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 61 atau No. 60-an, inilah bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang melakukan check point yang kedua.

Memasuki Jalan Jenderal Ahmad Yani, bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang ini berjalan tersendat. Kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani memang dikenal sebagai lalu lintas yang padat. Dalam waktu 25 menit, bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang berjalan melintasi Jalan Jenderal Ahmad Yani, termasuk melewati Pasar Kosambi (kiri), jalur rel kereta api Stasiun Cikudapateuh, Jaya Plaza (kanan), Stadion Persib (kanan), IBCC (kanan), dan Balai Besar Tekstil (kanan). Setelah melewati kawasan Cicadas (pertigaan Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Kiaracondong) di sebelah kanan dan Polsek Cibeunying Kidul (kiri), bus kota DAMRI Cicaheum-Leuwipanjang yang saya naiki tiba di Terminal Cicaheum yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani pada pukul 13.22 WIB.

Rute Bus Kota DAMRI Trayek Cicaheum-Leuwipanjang yang menuju Cicaheum:

TERMINAL LEUWIPANJANG => Jalan Kopo => Jalan Pasirkoja => Jalan Dewi Sartika => Jalan Dalem Kaum => Jalan Alun-alun Timur => Jalan Asia Afrika => Jalan Banceuy => Jalan ABC => Jalan Naripan => Jalan Sunda => Jalan Veteran => Jalan Jenderal Ahmad Yani => TERMINAL CICAHEUM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: