Bus Kota DAMRI Tanpa Kondektur

Sebagai pengguna jasa bus kota DAMRI di Bandung, di antara anda mungkin pernah mengalami naik bus kota DAMRI yang tanpa kondektur. Selain anda, saya pun pernah mengalaminya.

Pertama, ketika berangkat dari Terminal Ledeng ke Terminal Leuwipanjang naik bus kota DAMRI trayek Ledeng-Leuwipanjang. Kedua, ketika berangkat dari Terminal Leuwipanjang ke Terminal Stasiun Hall Bandung naik bus kota DAMRI trayek Dago-Leuwipanjang.

Jika diperhatikan, ternyata saat itu saya naik bus kota DAMRI non-AC. Cirinya, pintu belakang ditutup sehingga jalan keluar-masuk berada di pintu depan. Cara bayar ongkosnya pun dibayar di hadapan sopir. Kalau ada uang kembalian, seperti belanja di warung he he he.

Namun, ternyata ada juga bus kota DAMRI AC. Saat itu, saya berangkat dari depan Terminal Stasiun Hall Bandung ke Terminal Cicaheum naik bus kota DAMRI trayek Cicaheum-Cibeureum yang lewat. Dalam bus kota DAMRI ini, pintu belakang tidak ditutup. Namun, kita tetap harus keluar dari pintu depan karena kita harus bayar ongkos dulu di Pak Sopir. Begitu, bukan?

“Kehadiran” bus kota DAMRI yang tanpa kondektur itu memang sesekali. Saya belum tahu alasannya apakah untuk mengefisiensikan biaya (baca: gaji kondektur) ataukah dalam waktu tertentu tidak ada SDM (baca: kondektur)-nya karena absen. Namun, kalau soal efisiensi biaya, mereka kan digaji? Entahlah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: